Jumat, 19 Desember 2014
Surya
Home »

Kalla: Tak Punya Partai, Sulit Jadi Pemimpin

Selasa, 27 Januari 2009 14:05 WIB

JAKARTA | SURYA Online - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemimpin masa depan yang dibutuhkan adalah seorang yang memiliki kapabilitas, elektabilitas, berpengalaman serta dari partai politik yang kuat karena tanpa punya partai akan sulit jadi pemimpin. Entah buat siapa sindiran ini ditujukan. "Dalam negara demokrasi seorang pemimpin harus punya elektabilitas. Dan elektabilitas itu banyak variannya, misalnya partai yang kuat, berpengalaman, berpendidikan. Tapi kalau tak punya partai, sulit untuk jadi pemimpin," kata Jusuf Kalla saat peluncuran buku index kepemimpinan nasional Indonesia di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (27/1/2009). Wapres menjelaskan, jika memiliki partai namun tidak memiliki jiwa kepemimpinan, juga akan sulit menjadi pemimpin. Karena itu, tambahnya, yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah kombinasi dari berbagai keunggulan yang ada. Menurut Wapres, kepemimpinan sangat dinamis tetapi mempunyai unsur-unsur yang universal. Karena itu, tidak bisa hanya membakukan dan berlaku seterusnya. Wapres mengatakan setiap generasi dan zaman mempunyai standar baku tentang seorang pemimpin dan termasuk pemimpin yang dibutuhkan. Wapres lalu bicara falsafah Jawa macam pemimpin harus mengayomi, tut wuri handayani. Dari segi agama, pemimpin harus sidik, fatanah, tabligh dan amanah. Sementara dalam politik, katanya, pemimpin harus punya ciri yang berbeda. Seorang pemimpin yang dapat diterima secara politik tentu mempunyai kapasitas, kemudian integritas dan elektabilitas. Kalla mengibaratkan dalam memilih pemimpin sama dengan pacaran atau mengambil istri. Pertama, dikenal melalui bendera atau spanduk. Kemudian baru muncul apa kapasitasnya, pintar atau tidak. Membawa perbaikan atau tidak. "Barulah orang memilih dengan syarat apa integritasnya, jujur atau sopan," kata Wapres. Namun, ketua Umum Partai Golkar ini mengingatkan, apapun yang dipilih dengan harapan bisa membawa bangsa dan negara ke kondisi yang lebih baik, menjadi lebih adil, makmur dan tentu demokratis. ant
Penulis: yuli

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas